Rasisme Sepakbola Tarkam - KaAzima

Azim: Life, Blog, Linux ER

ME (: Dev E Lover!

Rasisme Sepakbola Tarkam

Sepakbola bukan suatu permainan yang langka di dunia ini, sepakbola ada dimana-mana dan favorit dibelahan dunia manapun itu. Termasuk Indonesia, negeriku tercinta yang amat aku cintai keindahan dan keramahan masyarakatnya (meskipun ada oknum yang bertindak amoral).
Dalam sepakbola, sebuah bola diperebutkan oleh 22 orang pemain inti yang berusaha memasukkan bola ke jala lawan sebanyak-banyaknya. Kedua tim beradu hebat di lapangan selama waktu normal 2X45 Menit untuk menentukan pemenang.
Sepakbola punya sisi unik, dimana permainan ini sangat fleksibel dalam penggunaan tempat bermain. Tak perlu lapangan yang berbayar, sebuah tanah kosong pun bisa mejadi tempat yang seru untuk memainkan si kulit buntar ini. Selain keunikan tempat permainan yang fleksibel, ada banyak keunikan lain dari permainan ini. Sangat banyak hingga tidak akan tuntas untuk dibahas.
Sorak-sorai penonton juga menjadi hal yang selalu unik dan lekat dengan sepakbola, baik itu anak kecil dewasa sampai orang tua ikut menyumbangkan suara mendukung tim favoritnya berlaga. Di dunia pinggiran, alias kampungan, sorak-sorai inilah yang bisa menimbulkan pertengkaran antar suporter (mesti tak jarang juga diawali oleh perkelahian antar pemain).
Sorak-sorai yang begitu telinga mendengarnya akan membuat orang yang disangkakan marah. Sorak-sorai berbau rasisme yang begitu lekat dengan kehidupan orang pinggiran. "Patenono", "Gecek", "Tembak lak wes" adalah contoh dari rasisme suporter sepakbola tarkam yang tak pernah ada pembahasan untuk menghilangkannya.
Jika sepakbola profesional mempunyai komite khusus untuk permasalahan rasis, sebaliknya sepakbola tarkam tak ubahnya hanya menanti pertengkaran antar suporter karena masalah rasis yang tak pernah dicari jalan keluarnya ini. Semoga, sepakbola indah berawal dari kesadaran fair play para suporter dan tentunya tim yang bertanding serta stake holder terkait. SEMOGA...


#sebuah catatan setelah pertandingan montong vs jetak, dalam laga final sepakbola peringatan HUT RI ke 67

Tag : id., Senin
0 Komentar untuk "Rasisme Sepakbola Tarkam"

Tinggalkan opini Anda, untuk turut dalam postingan ini [komentar dimoderasi dulu].

Back To Top