Lewat Pendidikan, Kita Benahi Generasi - KaAzima

Azim: Life, Blog, Linux ER

ME (: Dev E Lover!

Lewat Pendidikan, Kita Benahi Generasi


Lewat Pendidikan, Kita Benahi Generasi - Waktu berjalan meninggalkan masa demi masa. Dengan terus berjalan waktu, umur seorang manusia akan semakin terkikis dan berkurang. Hidup yang memilki batas akhir pun akhirnya membuat seorang manusia terus membenahi diri dan mengusahakan hidup yang lebih berarti dari sebelumnya. Itulah yang diinginkan. Dan itu pasti.
Tentu telah disadari dan memang tak dapat dipungkiri tentang rendahnya tingkat kepuasaan manusia dalam banyak hal. Dan berangkat dari sinilah muncul keinginan manusia untuk hidup dengan nilai yang lebih tinggi. Menjadi suatu hal yang janggal, tatkala seorang manusia tidak menginginkan kehidupan yang berkualitas.
Banyak hal dilakukan oleh seseorang demi terciptanya masa depan cerah dan hidup yang lebih indah. Seperti halnya orang tua yang memberikan fasilitas pendidikan yang baik dan layak -menurut mereka- pada anak turun mereka yang diharapkan akan menjadi anak turun yang lebih baik dari para sesepuhnya.
Begitu pula dengan berharapnya bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik dari waktu-waktu  yang telah terlewati. Sangatlah mustahil dan sangat konyol apabila bangsa ini berharap menjadi bangsa yang bangsat dan lebih bangsat lagi dari hari kemarin. Dan bangsa ini berharap pada pemuda untuk membawa bangsa ini lebih. Tidak pada manusia yang ada dibangsa lain. Bangsa Indonesia berharap pada generasinya sendiri, generasi pemuda pribumi. Dan siap atau tidak, pada suatu saat generasi sekarang inilah yang akan mengendalikan laju bangsa Indonesia. Maka, amat sangat diharapkan generasi sekarang ini memiliki kompetensi dan ability yang mumpuni untuk mengatur laju kendali bangsa dimasa mendatang. Dan itu berlaku disegala lini.
Namun melihat sikap dan tingkah laku para remaja dan pemuda –baca :pemuda- kita saat ini. Rasa ragu akan kemampuan generasi sekarang nampaknya mulai merasuki otak-otak para tokoh bangsa, para sesepuh panduduk Indoensia, dan masyarakat yang berharap perbaikan bangsa indonesia. Bagaimana mungkin generasi sekarang yang hoby menyeleweng ini akan di amanahi memegang dan mengatur kendali bangsa. Sepertinya tidak mungkin, kecuali ada perubahan dari para pemuda yang semoga perlahan mulai sadar –dan semoga bisa dan cepat sadar- bahwa mereka dibutuhkan.
 Perubahan dan pembenahan pada diri mereka pun harus dilakukan demi bekal dimasa mendatang. Dan inilah yang kini diinginkan oleh banyak kalangan yang mengerti, memahami, dan respect pada indonesia. Sangat diharapkan perubahan bisa dan cepat terjadi. Sebelum generasi sekarang benar-benar memegang kendali bangsa yang masih dalam keadaan labil karena para penghuninya yang belum juga sadar betapa berpengarunya pemikiran, sikap, dan perilaku mereka bagi Indonesia.
Sebagai manusia yang masih dalam keadaan potensial mencari ilmu dan memperluas wawasan. Pemuda negeri ini memanfaat kesempatan ini untuk suatu hal positif dimasa mendatang. Apalagi amanah mengendalikan bangsa sudah pasti akan turun kepada generasi muda saat ini.
Banyak hal yang bisa dilakukan pemuda. Seperti apa yang pernah dikatakan oleh presiden kita yang bijaksana sekaligus presiden kita yang pertama yaitu Ir. Soekarno. “Beri saya 10 anak muda. Maka aku akan menaklukan dunia”. Ini bukti bahwa ditangan pemuda, banyak hal bisa terjadi.
Mengapa harus pemuda yang dipilih soekarno ? Pemuda memilki semangat yang berkobar. Dan otak manusia paling potensial dalam menyerap pembelajaran yaitu pada saat manusia memasuki usia remaja dan di usia yang telah bisa dibilang pemuda. Potensial otak pada seorang manusia ada pada kisaran umur 13-25. Agaknya seokarno memilih proyeksi jangka panjang saat memilih pemuda untuk diajak menaklukan dunia. Ketika pemuda telah mendapatkan sebuah pengalaman –yang banyak orang bilang bahwa pengalaman adalah guru terbaik- maka pengalaman itulah yang akan membawa pemuda pada sebuah kemampuan yang luar biasa. Dan dari sinilah, soekarno yakin mampu menaklukan dunia, dengan 10 anak muda.
Pengarahan yang benarlah yang kini dibutuhkan oleh seorang pemuda. Perlu ada yang menggandeng pemuda menuju jalur yang benar. Komunitas pertemanan antar pemuda yang tidak benar akan mendominasi sikap dan pemikiran mereka apabila semua element enggan untuk menggandeng jalan mereka yang sedang gencar-gencarnya dihantam badai ujian kehidupan. Perlu ada wadah yang tepat untuk mengoptimalkan potensi mereka. Hal ini untuk memberikan pengarahan yang benar dan menjauhkan dari pergaulan yang tak benar.
Pergaulan dan pertalian persahabatan yang tak tepat adalah faktor besar tercemarnya pemikiran dan sikap para pemuda. Apalagi bila mereka tidak memiliki tameng dan filter yang berkualitas untuk menghadang dan menyaring penyelewengan yang memang sudah seharusnya dibuang. Maka harus ada yang element –dari pihak apapun dan manapun- yang telah berpengalaman dan kompeten dalam mengarahkan potensi positif yang dimiliki pemuda.
Besarnya jumlah penyelewengan (melakukan tindakan-tindakan yang tidak dibenarkan oleh hukum apapun. Baik agama maupun negara) yang dilakukan oleh pemuda tidak mungkin dibiarkan berkembang dan tumbuh semakin besar. Maka pembenahan pada genenasi yang tak mudah ini harus segera dilakukan. Karena pasti akan butuh waktu yang tak sebentar untuk adaptasi pemuda yang terlanjur tenggelam dalam samudera penyelewengan hidup untuk meluncur ke dunia yang lebih baik.
Yang seharusnya benar-benar terjun langsung dan diharapkan kontribusi besarnya dalam pembenahan generasi sekarang ini adalah pemerintah bangsa Indonesia sendiri. Pemerintah memiliki kewajiban dan tanggungjawab besar atas masa depan pemuda dan masa depan bangsa Indonesia. Tindakan harus dilakukan untuk menanggulangi masalah yang menyangkut masa sekarang dan masa depan ini sesuai kewajiban dan tanggung jawab mereka sebagai pemerintah.
Tentu tidak semua pemuda masuk dalam golongan penyeleweng. Masih banyak pemuda yang patut diapresiasi kegigihan dan prestasi mereka dalam dunia keilmuan –pendidikan- dan menjaga tingkah laku. Dalam dunia pendidikan yang formal yang menggunakan standard kurikulum pemerintah, maupun non-formal yang lepas dari batasan kurikulum –materi bebas-. Pada pemuda yang berprestasi –memulai start pembenahan hidup lebih dulu- inilah, bangsa indonesia bisa berharap –lebih awal (berancang-ancang)- sedikit menitipkan amanah masa depan bangsa yang lebih baik.
Dengan adanya kaum berprestasi ini maka sedikit sinar telah muncul mencerahkan masa depan bangsa. Yang ditakutkan adalah terjadinya kebodohan para penyeleweng yang enggan meninggalkan penyelewengan mereka dengan berpangku tangan pada pemuda yang telah lebih dulu memulai start perbaikan masa depan.
Indonesia adalah milik bersama. Tiap individu manusia yang ada di Indonesia memilki kewajiban dan tanggungjawab atas apa yang terjadi pada bangsa Indonesia. Maka diharapkan setiap element, golongan, kelompok, dan tiap-tiap individu pemuda tidak enggan bekerja sama untuk memperbaiki bangsa Indonesia dimasa depan. Keengganan untuk bekerja sama dan keengganan untuk saling membantu akan mempersulit cerahnya masa depan bangsa. Partisipasi positif dalam bentuk apapun sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Jangan ada virus yang akan semakin memperumit dan mempersulit baiknya bangsa Indonesia dengan melakukan tindakan-tindakan yang merusak fondasi, dan strategi para pemuda yang berusaha dengan gigih membawa indonesia menjadi lebih baik. Apalagi menularkan pada generasi setelah generasi ini. Apabila penularan terjadi, maka opositor perbaikan akan hidup dalam jangka waktu yang lebih lama lagi. Dan itu artinya, perbaikan bangsa yang berusaha menyongsong cerahnya masa depan ini akan terus dibayang-bayangi kesulitan pembenahan.
Semoga saja para pemuda yang belum sadar akan pentingnya perbaikan segera disadarkan oleh Tuhan penggenggam hati manusia. Dengan melaksanakan tindakan nyata demi efektifnya pembenahan di Indonesia. Semoga di masa mendatang para penyeleweng dan para virus bangsa terkikis dan semakin berkurang. Termasuk virus yang ada pada diri kita semua. Amin.

0 Komentar untuk "Lewat Pendidikan, Kita Benahi Generasi"

Tinggalkan opini Anda, untuk turut dalam postingan ini [komentar dimoderasi dulu].

Back To Top