Sinetron Indonesia - KaAzima

Azim: Life, Blog, Linux ER

Menulis Lagi... Lagi Menulis.

Sinetron Indonesia

http://kaazima.blogspot.com/
Seakan mengikuti arus penulis blog lain yang menulis tentang kondisi sinetron yang ada di Indonesia karena mundurnya (kata mereka) kwalitas sinetron itu sendiri, pada artikel ini saya juga akan turut dalam pusaran pembahasan kwalitas sinetron yang ada dinegeri yang berjuluk Zamrud Khatulistiwa ini. Indonesia tercinta.

Kisah dalam sinetron (Indonesia) begitu melankolis, lebay serta mustahil terjadi pada kehidupan nyata (menurut mereka) menjadi bahan yang sangat strategis bagi para blogger untuk mengkritik habis kwalitas karya sinetron layar kaca. Beragam kritikan dari mulai penggunaan efek yang enggak banget sampai dengan alur cerita yang terlalu panjang dan hanya bermuara pada satu ending yang bisa dengan mudahnya ditebak.

Sinetron yang pada awal kemunculannya mendapatkan respon positif dari para penggemar sinetron (kebanyakan kalangan perempuan) pasti akan melakukan prosesi syuting yang menghasilkan episode sampai berpuluh bahkan beratus episode. Dan biasanya sinetron dengan episode yang sangat banyak ini pada awal kemunculannya (memang) memiliki kwalitas cerita yang bagus, tetapi pada perjalanannya karena terlalu banyak episode, prosesi syuting menjadi semacam "terpaksakan" dan menghasilkan kwalitas cerita yang tidak sebagus episode awal kemunculannya.

Lalu, apakah strip-strip yang tergambar pada sinetron bisa terjadi pada dunia nyata? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Bayangkan, bagaimana bisa muncul karakter superhero luar negeri pada sinetron dengan background Indonesia pada masa lalu? Lalu, bagaimana pula tokoh utama selalu mendapat pertentangan dari tokoh antagonis secara membabi buta? Seakan tiada hari untuk berpisahnya tokoh antagonis menyerang/menentang eksistensi tokoh utama.

Ada lagi yang menurut saya kurang sreg. Sinetron yang bercerita tentang kehidupan anak SMA, pada sinetron dengan background seperti ini tuh biasanya akan banyak penyimpangan-penyimpangan dari nilai pendidikan yang menjadi background cerita sinetron tersebut. Coba perhatikan, mana ada sinetron tentang anak SMA yang menggambarkan upacara bendera yang baik dan benar? Atau, apa ada sinetron tentang anak SMA yang taat dengan guru yang sedang mengajar dengan memperhatikan apa yang diterangkan pemeran guru? Kebanyakan yang ditampilkan malah tentang pemeran siswa cowok yang "kedip-kedipan" mata pada pemeran siswa cewek. Atau sebaliknya.

Dan... Sudah ya, saya bukan penggemar sinetron. Jadi saya tidak mau membahas lebih jauh lagi tentang Sinetron Indonesia. Apa yang saya pikirkan, tidak harus anda ikuti. Bye...


Ini salah satunya [sinetron].

24 Komentar untuk "Sinetron Indonesia"

wakakakakakkkk....saya mending main kartu remi ketimbang nonton sinetron gan? atau ngethokin kuku di jari-jari saya. kalau tidak ya cuma membersihkan telinga dengan cuttonbud...hehe....

gue setuju banget sama pendapat dan opini lo bang. Sinetron Indonesia sepertinya udah nggak bisa bikin tema lain selain tema yah yang kayak sekarang ini, pemeran antagonis yang sering banget nyiksa si pemeran protagonisnya. Sinetron Indonesia ini kayaknya harus banyak-banyak belajar dari yang sudah-sudah :|| miris banget rasanya .__.

sinetron indonesia memang kurang mendidik...
anak SMP saja pacaran..
alamaaak...
:P

sinetron Indonesia emang beda sama diluar, adalah efek yang gak banget itu. Terlalu lebay dan dipaksakan. Sesuatu yang dipakasakan endingnya bakalan gak enak.

tapi menurut gue zim, kalo sinetron kek gimana menggambarkan kegiatan upacara yang baik dan benar itu sulit, upacaranya udah memakan waktu berapa menit, sedangkan sinetronnya paling 1 jam sampai 2 jaman. Paling menggambarkannya cuma sekilas aja tentang upacara, kalo sinetron cuma menggambarkan kegiatan upacara yang baik dan benar itu kayaknya gak elit juga disebut sinetron. Tapi bener tuh yang contoh kedua, pada sata pembelajarannya, pasti ada aja siswa yang kedip-kedipan atau nulis dikertas terus dilempar waktu pembelajaran. Itu secara gak langsung mengajarkan tentang penyimpangan dalam proses pembelajaran.

Gue juga heran, pas liat iklan sinetron yang lo bilang tiba-tiba ada superhero luar negeri main disinetron yang bersett zaman dulu. Kesannya kayak miskin kreativitas yang bikin filmnya, dan yang paling penting kok dilembaga perfilman itu lulus sensor ya? tanda tanya besar.

bener banget! setuju..aku jga ngga suka si sinetron indonesia begitu ratingnya naik jadi dipanjang panjangin ceritanya, ngejar uang...beda sama dram aKorea..:3

dari itu, kita harus jadi penyiar televisi yang bermartabat... ayo jadi sutradara, saya gerah dengan semua ini

wah bisa jadi inspirasi buat new entri selanjutnya nih :D
tentang sinetron yang 'nggak putus2' gua tiba2 inget sama TERSANJUNG bang !

--------

weh asem ! aku lagek ngerti nek mas azim iki wong tuban. ojo lali nek iso mampir gowo legen karo towak XD tubane pundi mas ?

makin ga beres memang sinetron2 Indonesia. apalagi yg ada anak SMA nya. menjijikkan. contoh yg tdk baik buat generasi muda yg msh labil.
contoh aja sinetron putih abu2, jangankan sinetronnya, lagunya aja udah mengajarkan yg nggak baik. ni potongan lagunya :

"tak sudi berteman sama rakyat jelata, mendingan lo semua kelaut aja"

haha, sialan banget kan yang bikin lagu?? itu tuh ntar yang dicontoh ama anak2 labil.

film2 kayak si doel, keluarga cemara, dll yang berbobot sudah tak ada lagi. bahkan sinetron2 bernuansa islami sekarang malah banyak ngajarin tdk baik..

kalo muncul banyak super hero itu kan namanya kreatif jeh

Saya udah lama ga liat sinetron di tivi, acara yang paling saya lihat ya Master Chef, MotoGP, sepak bola sama film luar yang kebanyakan ada di Global sama Trans. Bikin emosi liat sinetron, dialognya saja kayak orang autis, alur cerita banyak yang tidak logis lagi :P

.. aq juga gak suka ma sinetron. alur cerita nya ya gitu^ aja. mendingan nonton oh ternyata aja. lebih menegangkan. apalagi yang versi hantunya. widichhhhhhh,, dag dig dug mulu. he..86x ..

suwe ra mampir kene.. akhir iki sibuk golek recehan ra sempet ngeblog gan.. wkwkwk iseh ajek ngeblog wae koe :p

Salam,

Supercoolzz

Sama, saya juga bukan penggemar sinetron.. ceritanya hampir semuanya relatif sama, putri yang tertukarlah, udah meninggal tiba" hidup lagi, atau ternyata punya saudara kembar. Endingnya juga pasti bisa ketebak.

Mendingan saya nnton conan , Hehehe :D

ahihihi... terkadang kalau aku juga nonton sinetron sih (dulu) sambil bersih2 diri

iya tuh... memiriskan hati, harusnya kan ada jeda antara protagonis disiksa dengan protagonis tidak disiksa.. antara tokoh protagonis yang bisa menikmati hidup dengan damai tanpa embel2 siksaan

itu dia yang kurang mendidik.. apalagi hal itu buat jomblo..

selain enggak mendidik juga pasti bikin jomblo2 bergejolak.. yang smp aja udah punya pacara, lha yg udah bangkotan belum

itulah mengapa... terlalu panjang jalan cerita yg akhirnya membuat sinetron memaksakan untuk terus berproduksi..

hhehe.. bener juga tuh, kalo sinetron yg ditampilin pas upacara bendera yang durasinya 1 jam, bisa2 yg nonton langsung nutup acara sinetron itu. tapi yg berkaitan dengan upacara yang saya maksud adalah, terkadang pada sinetro2 tertentu tuh kalau pas ada adegan saat upacara ada pemeran yang melakukan semacam maen2 gitu. enggak seriusan pas upacara. boleh aja sih dishot pas upacara cuma 4-5 menitan atau kurang, yg penting pas dishot itu nunjukin keseriusan pas lagi upacara.

kalo kedip2an itu mungkin kelilipan soal kali. ato mungkin juga produsernya dulu pernah seperti itu...


wani piro mungkin bang *eh

ahhh tidakk.... drama korea lagi.... kalo ratingnya kurang bagus, langsung diakhiri deh sinetronnya

seperti terlalu jauh deh kalo harus turun gunung langsung seperti itu bang

tersanjung,,, wah... generasi tua itu mah hahahhaa


iyo lah,, aku iki wong tuban.. kalo legen bisa, kalo toak enggak bisa kayaknya.. tuban perbon, mondok'an

alhamdulillah lah ya,, diberi keleluasaan untuk masih bisa mengisi blog :)

semangat deh bang, moga recehannya cepat terkumpul menjadi uang banyak yang bermanfaat

mungkin bisa juga diartiken begono

Syukurlah. Saya bukan satu dari penggemar sinetron. Karena sinetron Indonesia itu banyak ngawurnya..

"Coba perhatikan, mana ada sinetron tentang anak SMA yang menggambarkan upacara bendera yang baik dan benar? Atau, apa ada sinetron tentang anak SMA yang taat dengan guru yang sedang mengajar dengan memperhatikan apa yang diterangkan pemeran guru?"


gak bakalan adaa itu pasti
hahahahaha

Tinggalkan opini Anda, untuk turut dalam postingan ini [komentar dimoderasi dulu].

Back To Top