Ketika Kepentingan Pribadi Mengalahkan Kepentingan Umum - KaAzima

Azim: Life, Blog, Linux ER

Menulis Lagi... Lagi Menulis.

Ketika Kepentingan Pribadi Mengalahkan Kepentingan Umum

Sudah dua hari ini...

Jalanan yang seharusnya dua jalur terpaksa menjadi satu jalur saja...

Ada apa gerangan? Ternyata ada 'kegiatan masyarakat'...

Kegiatan masyarakat apa?
Ada yang menikah!
Wah, sampai menutup jalan gitu ya?
Iya!

Orang Indonesia itu mempunyai kebersamaan yang hebat ya, bahkan untuk acara pernikahan saja harus mengorbankan kepentingan orang banyak yang berlalu lalang. Bagi Anda yang berdomisili di Kabupaten Tuban (kota), dan sering berlalu lalang pada Jalan Letda Sucipto, tentu tahu betapa padatnya arus lalu lintas jalan dua arah ini.

Ternyata, arus lalu lintas yang super padat itu tidak membuat 'adat' menutup jalan untuk kegiatan mantenan hilang. Adat yang menurut saya kurang baik untuk dilestarikan. Kalaupun mau dilestarikan, mbok yo menyewa gedung pernikahan, untuk mengadakan pesta pernikahan yang benar-benar mewah gitu. Kalau tidak/belum mampu menyewa gedung pernikahan, ya mending menikah dengan sederhana saja.

Jangan mengorbankan kepentingan banyak orang demi kepentingan pribadi/golongan saja! Apa lagi, penutupan jalan yang dilakukan ini berlangsung dua hari! 


Jalan di tuban, kota tuban, kabupaten tuban, tuban kab, adat tuban
Jalan Letda Sucipto, satu jalur tertutup karena 'kegiatan masyarakat'

12 Komentar untuk "Ketika Kepentingan Pribadi Mengalahkan Kepentingan Umum"

Mungkin itu jalan milik nenek moyangnya. Jadi terserah gue semau gue :v
Iya betul jalan kan kepentingan umum apa lagi jalan raya.
Kalau jalan di sekitar perumahaan masih bisa dimaklumi :O

ahhh... tidak bisa dong, nenek moyangnya seorang pelaut, pasti ga punya jalan raya :P
yup, setuju lah, kalo gang/jalan perumahan ditutup buat acara ginian ya masih bisa saya maklumi dengan lapang dada, tetapi kasus yg ini jalur utama lhoh, dua arah, jalur protokol

ahahahah,keren tuhh,,jalan milik moyangnya kali,,
nawayhac.blogspot.com

ketokane nang dalan kunu kok dadi kebiasaan zim

kalau ini sih yang penting berani bayar ke aparat pasti deh di ijinkan.
hehehe letda sutjipto jalan kembar ini sering di gunakan balap liar saat saya sma dulu,
sekarang gimana mas ? masih begitu ?

wah kalau kayak begitu emang udah merugikan kepentingan umum

memprihatinkan... ditempat tinggal ku juga pernah seperti itu, padahal jalanan yang digunakan itu jalan raya yang memang sehari-harinya padat dan ramai... saya ingat waktu itu ada yang ngotot ingin ikut melintas karena mobilny membawa orang sakit... sampai akhirnya terjadi keriburan, bahkan kecelakaan motor, kacau deh...

wkwkw... mungkin dianggap gitu kali

sekarang udah ga dijadiin tempat balap lagi mas, udah pada pindah ke jalan raya yg ke arah terminal baru...

yups, 2harian jalanan utama ini ditutup buat "kegiatan warga masyarakat" ini

lah, kalau seperti itu kacau banget kasusnya...

masyarakat sekitar mentang2 udah nempatin tempat itu lama kok kayak gitu sikapnya... harusnya ya menghargai pengguna jalan raya lainnya kalo ingin dihargai..

Tinggalkan opini Anda, untuk turut dalam postingan ini [komentar dimoderasi dulu].

Back To Top