Hati-hati Telepon Berhadiah Atas Nama Telkomsel - KaAzima

Azim: Life, Blog, Linux ER

ME (: Dev E Lover!

Hati-hati Telepon Berhadiah Atas Nama Telkomsel

Kemarin pagi, saya mendapatkan telepon dari orang yang mengaku bernama Ribka Pratama dari kantor pusat Telkomsel Jakarta, orang itu menelpon karena mengabari bahwa saya terpilih sebagai pemenang program gebyar hadiah isi ulang Telkomsel periode II, untuk wilayah Jawa Barat.

Senang? Tentu saja saya senang 'pake banget', mendapat hadiah satu unit motor Yamaha Mio J gitu, siapa yang tidak senang lalu kemudian terlena dengan telepon seperti ini? Apalagi dihubungi melalui sambungan telepon, bukan lewat sms yang banyak penipuannya itu.

Terlena, ya tentu saja, apalagi orang yang menghubungi pada waktu itu sangat fasih berbicara, seperti layanan customer service asli dari Telkomsel. Hampir saja waktu itu saya terlena untuk mengikuti arahan darinya.

Tetapi sebenarnya, dari awal saya sudah menaruh curiga, ketika pertama penelpon mengabarkan saya menjadi pemenang untuk wilayah Jawa Barat, tetapi posisi saya ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penelpon yang mengaku Ribka Pratama itu terkesan kelabakan dengan apa yang saya katakan.

Selamat bapak , anda terpilih sebagai pemenang gebyar hadiah isi ulang Telkomsel periode II wilayah Jawa Barat. Mohon diinfokan posisi bapak sekarang untuk pengiriman hadiah. Begitu kira-kira ucapannya lewat telepon.

Saya jawab, posisi saya di Tuban, Jawa Timur.

(Nada rada gugup) Tetapi nomor bapak terdaftar sebagai nomor dengan kode area Jawa Barat. Kilahnya.

Mohon diinfokan posisi bapak berada saat ini, agar pengiriman hadiah motor bisa dilakukan hari ini juga. Untuk wilayah bapak, bisa berkoordinasi dengan Bapak Indra Kusuma, cabang Telkomsel Tuban. Ngelesnya.

Terus dibagian akhir dia bertanya, hadiah sepeda motornya mau dikirim ke alamat bapak atau disedekahkan pak? Wah, pas omongan ini dia katakan pada saya, saya langsung curiga dengan hadiah menang-menangan yang diinformasikan, ini pasti penipuan. Mana ada perusahaan sekaliber Telkomsel menawarkan hadiah undian untuk disedekahkan? Betapa mulianya kalau ada hal seperti itu.

Dan akhirnya telepon ditutup. Saya menghubungi Indra Kusuma lewat sms, tetapi tidak dibalas. Kecurigaan saya bahwa telepon berhadiah atas nama Telkomsel ini makin bertambah.

Lewat twitter resmi @Telkomsel, saya bertanya mengenai telepon berhadiah yang barusan membuat hati saya berbunga-bunga. Yang barusan, kalau saya lengah sedikit saja bisa menjadi korban penipuan mereka.

Lewat beberapa kali pertanyaan ke @Telkomsel, terjawablah sudah kalau telepon yang barusan saya terima merupakan penipuan. Penipuan modus baru, bukan hanya lewat sms yang sudah tidak mempan itu, tetapi lewat kontak suara via telepon secara langsung. Waspadalah. (percakapan ini bisa dilihat di timeline twitter @Azimahmad milik saya).

Dari kejadian ini, beberapa hikmah yang bisa saya jadikan pelajaran antara lain:
1. Jangan mudah terbuai apa kata orang yang tidak kita kenal.
2. Kalaupun penipuan seperti ini terkesan begitu meyakinkan, cobalah ingat relevansi Anda dengan program yang diinfokan. Apabila dalam periode program merasa tidak pernah mengikutinya, bagaimana 'juntrungannya' kok bisa menjadi pemenang?
3. Jangan serakah, mungkin ini terdengar begitu kurang menyenangkan. Tetapi memang kenyataannya begitulah, akan lebih mudah menipu orang serakah yang kepengen sesuatu (dalam hal ini hadiah motor), dibanding orang yang tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang dihadiahkan. Berarti kamu serakah dong? Hehe, iya dalam hal ini.

Terakhir pesan dari saya, untuk menghindari menjadi korban penipuan telepon berhadiah atas nama pihak manapun, gunakanlah akal sehat. Akal sehat yang tanpa keserakahan.

Selamat sore, dan selamat menjalankan ibadah sholat Magrib untuk wilayah Kota Tuban dan sekitarnya.

2 Komentar untuk "Hati-hati Telepon Berhadiah Atas Nama Telkomsel"

Sorry Ye Pak Ibu Om Tante semuanya
Saya PERTAMAX

Iyesssssssssss

Soal TIPU seperti ini juga sering saya alami, dan selalu bisa ditangani denga baik. Bahkan SMS tipu tipu sampai Undian Berhadiah pun sering saya terima. Saya pernah "ngerjain" si telepon iseng tersebut. Bagi saya sih tinggal DELET saja beres

Tinggalkan opini Anda, untuk turut dalam postingan ini [komentar dimoderasi dulu].

Back To Top