Perayaan Idul Adha di Kedungjambe - KaAzima

Azim: Life, Blog, Linux ER

ME (: Dev E Lover!

Perayaan Idul Adha di Kedungjambe

Desa Kedungjambe, berada di Kecamatan Singgahan, masih masuk dalam wilayah pemerintah Kabupaten Tuban. Letak dari desa Kedungjambe ini berada di Tuban bagian selatan. Letak wilayah desa ini lebih dekat ke pusat kota Kabupaten Bojonegoro. Saya lahir 20 tahun yang lalu didesa ini, dibesarkan juga didesa ini.

Dari dulu sewaktu saya kecil, perayaan malam takbiran Idul Adha di Kedungjambe tidak pernah semeriah perayaan malam takbiran Idul Fitri. Hal ini ternyata juga terjadi dibeberapa kecamatan di Kabupaten Tuban. Kok bisa bilang seperti itu? Ya bisa, soalnya ketika malam takbiran Idul Adha kemarin, saya baru pulang ke Kedungjambe sehabis sholat Isya'. Niatnya untuk pulang ditengah kemeriahan takbiran, eee lha kok ternyata sepi.

Rute yang saya lalui kemarin malam itu adalah Kecamatan Tuban, Kecamatan Merakurak, Kecamatan Montong, dan berakhir di Kecamatan Singgahan. Tepatnya di desa Kedungjambe. Dari semua kecamatan yang saya lewati, hampir semuanya tidak nampak kemeriahan takbiran Idul Adha. Dalam perjalanan yang menghabiskan waktu sekitar satu jam itu, sama sekali tidak saya temui rombongan takbiran keliling. Kalaupun ada takbiran, itu hanya dari masjid dan musholla-musholla kecil yang kebanyakan dikumandangkan oleh anak-anak.

Benar-benar malam takbiran yang tidak meriah.

Setelah sejam bersepeda motor, sampailah saya di desa Kedungjambe. Di desa ini pun begitu. Tidak ada takbiran keliling. Yang ada hanya takbiran dari musholla, masjid (belum tahu namanya, masjidnya LDII), dan Masjid Al-Barmawy. Masjid Al-Barmawy ini salah satu masjid yang megah, dan menjadi kebanggan kami warga desa Kedungjambe.

Sesampainya dirumah, bukannya ikut takbiran di masjid, eee saya malah dirumah saja. Entah kenapa, semenjak jadi orang gede (maksutnya jadi dewasa) saya sama sekali tidak pernah ikut takbiran di masjid. Mungkin sudah 2-3 tahun ini saya tidak ikut. Kalaupun takbiran, itu hanya didalam hati saja.

Yang saya lakukan setelah sampai dirumah adalah nyari camilan. Maklum, biasanya dirumah  memang banyak camilannya. Hehe. Sambil makan camilan itu, sambil mendengarkan gema takbiran dari Masjid Al-Barmawy yang disiarkan lewat pengeras suara. Adik saya yang paling kecil, namanya Ahmad Sahal Abidin lah yang masih semangat-semangatnya ikut takbiran di masjid. Seperti kemarin malam, dia juga ikut takbiran hingga larut malam. Dia pulang dari takbiran di masjid ketika saya sudah tertidur. #doyouknowwhatimean?

Pada pagi harinya, berbondong-bondong orang desa Kedungjambe pergi ke Masjid Al-Barmawy. Tujuannya sama, yaitu untuk ikut sholat hari raya Idul Adha. Saya juga pergi ke masjid. Ikut sholat hari raya. Sekitar jam 6:13 pagi, sholat hari raya Idul Adha dimulai.

Tidak seperti biasanya, pada pelaksanaan sholat hari raya tadi pagi sangatlah tertib. Yang menjadi khotib dan menjadi imam adalah Pak Shoim. Sesepuh dan tokoh agama di desa Kedungjambe. Pagi tadi beliau langsung saja sholat ied. Padahal biasanya yang mengimami harus berkoordinasi dengan makmum dulu. Apakah para makmum sudah mendapatkan tempat untuk sholat atau belum. Kalau sudah, maka sholat ied bisa dimulai. Sebaliknya kalau belum, maka imam harus sabar dulu hingga seluruh makmum mendapatkan tempat sholat diterpal darurat (masjidnya sudah besar, tapi jumlah jama'ahnya lebih besar).

Pelaksanaan sholat Idul Adha berjalan lancar. Pelaksanaan pemotongan dan pendistribusian daging kurban juga lancar. Tidak ada kejadian saling dorong seperti yang terlihat di berita tv itu. Kok bisa? Soalnya di desa Kedungjambe, pendistribusian daging kurban dilakukan dengan mendatangi penerima dirumahnya secara langsung. Cara seperti inilah yang seharusnya ditiru oleh panitia kurban di kota-kota besar. Memang lebih susah, tapi lebih bisa mendekatkan dengan para penerima daging kurban.

Yasudah, inilah Perayaan Idul Adha di Kedungjambe. Selamat Hari Raya Idul Adha!

0 Komentar untuk "Perayaan Idul Adha di Kedungjambe"

Tinggalkan opini Anda, untuk turut dalam postingan ini [komentar dimoderasi dulu].

Back To Top