Tuban Regency Cultural Heritage



I'm a Tubanese man, my full name Ahmad Mu'azim Abidin. Just call me Azim. I'm 19 years (yesterday @04 May) old blogger from Kedungjambe Village, Tuban Regency. This blog is my personal blog that share to whole world about my life and especially about Tuban Regency with it's cultural heritage. Want to see more about Tuban Regency Cultural Heritage on this my personal blog? Just click these link below.
I'm on Tuban Blogger community. A little community of blogger that located in Tuban Regency. On this community on Facebook, i'm one of the admin Tuban Blogger Community. [] This event when Tuban Regency has 719 years old last year. Many events are hold by the government to celebrate anniversary Tuban Regency Anniversary Fest. [] Many beautiful place there on Tuban Regency, goverment bulding with old style, cement fabric, nature cliff and many more Photos of Tuban I. [] Kambang putih museum, Motor Gede Community gathering, exhibition event Photos of Tuban II. [] This batik is special one. No one place have Gedog Batik like Tubanese Gedog Batik. It's made from weaving cotton traditionally made. No machine Tubanese 'Gedog' Traditional Batik. [] Wanna buy Tubanese Gedog Batik? It's inform you about the cost Tubanese 'Gedog' Traditional Batik Cost. [] It's named Kelapa Beach cause there so many coconut trees on that beach Kelapa Beach . [] Do you think it's cause there many booms on it? No! It's Boom Beach, so beautiful scenery here Boom Beach. [] Cemara Beach. This place have so many pine trees. That's why this place named Cemara Beach Cemara Beach. [] Cumulative beautiful water fall on this location. Nature based water fall can to savour with no cost in other word free cost Banyu Langsih Waterfall. [] Bektiharjo Nature Swimming Pool. [] Koes Plus Museum. [] G.O.R. [] Tiram Mushroom I. [] Tiram Mushroom II. []

> | | | > Legenda Siti Jenar [Review Buku]

Legenda Siti Jenar [Review Buku]

Posted on Kamis, 18 Oktober 2012 | 2 Comments

Legenda Siti Jenar - Menyibak Ajaran Manunggaling Kawula Gusti,
Abu Fajar Al-Qalami, Pustaka Media, Cetakan I 2005, 217 hal. 
Buku berjudul Legenda Siti Jenar - Menyibak Ajaran Manunggaling Kawula Gusti yang diterbitkan oleh Pustaka Media karya Abu Fajar Al-Qalami ini mencoba mengajak pembaca memahami dan merenungi kisah penyebaran Agama Islam di tanah Jawa khususnya tentang ajaran  Manunggaling Kawula Gusti yang diajarkan Syekh Siti Jenar.
Buku setebal 217 halaman ini menceritakan secara runut sejarah dari awal kelahiran sampai kematian Syekh Siti Jenar dan kembali pada penciptanya, Allah SWT. Pembaca seolah diajak kembali kepada masa lalu saat masa pemerintahan kerajaan Demak Bintoro oleh Raden Patah .
Penggunaan kata Kisanak, Sinuhun, Ki dan beberapa kosakata "jadul" semakin memberikan nuansa zaman dulu sebagai latar belakang kisahnya. Ada point yang unik dari buku ini menurutku, dimana pada bab penumpasan aliran manunggaling kawula gusti.
Dimana disini ditonjolkan peran Dewan Wali dalam penghabisan nyawa Syekh Siti Jenar yang dianggap telah menodai agama dan membahayakan kerajaan. Dimana untuk menghindari kecurigaan masyarakat, maka Dewan Wali lah yang diutus mengeksekusi Syekh Siti Jenar.
Dalam kasus yang lain, seorang murid setia Syekh Siti Jenar yang juga masih kerabat dengan Raden Patah yakni Ki Ageng Pengging (Ki Kebokenongo) juga harus menghembuskan nafas terakhir ditangan Sunan Kudus yang diutus sebagai duta kerajaan sekaligus duta Dewan Wali karena dianggap telah membahayakan kekuasaan kerajaan Demak Bintoro.
Tersirat dari dua kasus diatas peran tokoh agamawan dalam "pelanggengan" kekuasaan yang sampai saat inipun masih terjadi, malah semakin ekstrim dengan penyelewengan dalil-dalil yang katanya bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Dibalik fiksi maupun nonfiksi tokoh Syekh Siti Jenar pada masa lalu, lewat buku ini banyak pelajaran yang akan kamu petik setelah tuntas membacanya. Selamat mebaca :)



Bagikan artikel Legenda Siti Jenar [Review Buku] ke :

Comments:2

  1. cukup kontroversial ya tokoh ini. jadi pengen baca2 tentang tokoh2 Islam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang kontroversial tokoh siti jenar ini... itu yang aku baca di buku yang aku review diatas :)

      Hapus

Tinggalkan opini Anda, untuk turut dalam postingan ini.

© Ahmad Mu'azim Abidin. Diberdayakan oleh Blogger.